Memoar rengkah
Lingkar netraku sendu akibat jauh dari ayah ibu
tak terkira semai kasihmu yang tertanam jauh memberiku asa tuk berlari jauh
tanah air yang menjadi nampan bernaung kini menjelma menjadi abu
tak kuasa tuk menjalani tanpa ada nasib yang memadai
Sejauh kaki ini terus menerus meniti asa menanti lahirnya kabar ceria
sinergi yang telah tandas menjadi saksi bisu perjalanan yang tak kenal waktu
baskara nan bulan silih berganti tak terhitung bagaikan buih di lautan
hanya perkara masa yang membuat raga ini lunglai kehilangan asa
Walau jauh tak terkira netra ini terus merengkuh adanya peluang tersisa
Menggali retakan kelam yang menghidupkan kembali jagal penyiksa diri
netra ini menerobos di tengah-tengah gelap masa laksana banteng terluka
Dengan susah payah ku titi langkan-langkan abadi berbataskan hidup nan mati
Jagal yang hampir meluluhlantakkan telah habis tak tersisa
Rasa sakit menyeruak keras menyesakkan dada dengan pesakit
Aku berlari meninggalkan memoar sesak bagai kuda terlunglai juntai
Aku berhasil mencabut rantai yang menjadi bayang-bayang pesahit
Sidoarjo, 11 Februari 2024
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar