MATEBATIKA
MATEMATIKA BATIK Karya; Muhammad Abdillah Izzulhaq /I/ pada palung temu, kita menjelma sketsa Yang meluruhkan malam dan kata-kata ∞. engkau meramu singularitas aku menghimpun tiap simpulnya lantas hijaiyah mencetak homeomorfi luka lama Bangga berkata: “Iman hanyalah topografi di dada!” /II/ kaki-kaki kami meniti ∂- dimensi sehelai seni kala Rafflesia menggelembung, memarahi- kontinuum kesunyian rimba, mengubah kurva yang meliuk dalam relung paku- “anomali” ujarnya , menyeret sejarah yang mati seolah kain mengantongi persamaan perselisihan antara hutan hujan dan ruh kota pelabuhan /III/ fluktuasi zaman mengeringkan warna-warna dari kira-kira menjelma serat, sarat siasat kita: Aku meneroka masa dalam Pohon hayat. “Riuh oleh Kuau !” Engkau menelisik rona rasa dan eigen. “Tidak mau konvergen ! ” lalu ayat-ayat melesat dari gorong-gorong kehidupan: “topologi sunyi” /IV/ kami mengukir simpul takdir ...